Sunday, November 6, 2011

Makalah KKNP


BAB I
PENDAHULUAN
A. Manfaat Kegiatan
Mahasiswa KKNP dapat mengetahui kinerja pihak instansi dari kelurahan dan instansi badan Penyuluh Pertanian Wara Barat dalam menangani kebutuhan petani akan pupuk yang cukup membuat petani terkadang enggan melakukan suatu kegiatan produksi apabila harga dari hasil penjualan cukup rendah, serta cara pembuatan dan penerapan dilapangan dalam memanfaatkan berbagai jenis limbah pertanian sehingga dapat diolah kembali menjadi pupuk. Dalam menerapkan teknik pembuatan dan pemanfaatan pupuk ini diusahakan  secara cepat dan tepat dengan konsep pertanian organik yang menjadi prioritas utama dalam penerapannya, di karenakan akan kebutuhan pupuk yang berkesinambungan.

Selain dari itu, mahasiswa dapat membantu masyarakat kelompok tani sayuran dengan berbagai cara pembuatan pupuk organik yang berwawasan lingkungan, sehingga tidak berdampak negatif di masa yang akan dating. Pembuatan pupuk organik bermanfaat untuk memperbaiki stuktur tanah yang selama ini rusak akibat pemanfaatan pupuk an-organik yang penggunaannya secara terus menerus. Sementara itu pemanfaatan pupuk organik dapat menutupi pengeluaran biaya untuk melakukan usaha tani, sehingga dengan adanya kegiatan cukup membantu dan mendapat perhatian masyarakat kelompok tani yang berada di wilayah KKNP.
 B. Tempat Pelaksanaan Kegiatan
     1. Pelaksanaan KKNP ini berlangsung di Kelurahan Lebang Kecamatan Wara Barat Kota Palopo
     2. Pelaksanaan kegiatan pembuatan dan pemanfaatan kulit padi dalam pembuatan pupuk organik pengganti NPK untuk pemenuhan kebutuhan petani sayur yang dilakukan di Kelompok Tani  Sayuran Rt.I Rw.3 Lr. IX Kelurahan Lebang Kecamatan Wara Barat Kota Palopo.
 BAB II

DESKRIPSI KEGIATAN
A.    Tinjauan Konseptual
            Sayur adalah salah satu makanan yang sangat penting di dalam keseimbangan gizi kita setiap hari. Menyantap sayur ikut memberikan sumbangan di dalam menjaga kesehatan. Untuk itu diperlukan suatu usaha yang dapat mendukung kegiatan produksi petani.
Sementara kondisi petani sayuran saat ini dapat dapat terlihat jelas sangat memperihatinkan. Dimana pada saat panen harga sayuran selalu tidak karuan. meskipun telah diberlakukan berbagai macam cara dan pola tanam untuk menolong petani, namun sepertinya jalan itu tidak efektif untuk menambah nilai atau harga sayuran. Yang dialami oleh para petani hanyalah merugi dan merugi saja. Ini disebabkan ketidaktahuan masyarakat apakah sayuran yang ada di pasaran bebas dari kimia atau tidak, sementara sudah ada beberapa petani dalam berusaha tani sudah tidak menggunakan pupuk anorganik. Akan tetapi harga dipasaran tetap sama.
Adapun usaha yang di tempuh dari pihak penyuluh dan dari dinas kelurahan setempat dalam sosialisasi akan sayuran organik dapat lebih membantu petani karena dari segi kesehatan dalam penggunaan pupuk organik akan terhindar dari gangguan penyakit karena bahannya diolah dari bahan organik yang bebas dari kimia dan dari segi ekonomi tidak memerlukan biaya yang banyak dalam pembuatannya.
Namun ketidaktahuan para petani dalam membuat pupuk organik masih kurang jelas, bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan pupuk organik sehingga dapat menggantikan pupuk NPK untuk tanaman sayuran mereka. Dari permasalahan inilah sehingga kebanyakan petani sayuran masih menggunakan pupuk an-organik. Dari kegiatan pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan di kelompok tani sayuran ini akan memberi kejelasan dan pemahaman bagaimana cara pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan dan bebas dari kimia serta lebih ekonomis.    
Pembuatan pupk organik
            Upaya pembuatan pupuk organik yang umum dilakukan adalah : melakukan fermentasi bahan-bahan organik dengan dengan komposisi sebagai berikut:   sekam, dedak, pupuk kandang, Efektifitas mikroorganisme (inokolum), gula kristal, serta air secukupnya yang bebas dari kaporit.
 Berikut akan diuraikan tentang tata cara pembuatan bokashi :
1. Alat Yang Digunakan
Alat yang digunakan antara lain sekop, terpal dan ember yang digunakan untuk mencampur bahan-bahan yang ada untuk difermentasikan, yang terpenting dalam proses fermentasi dibutuhkan tempat yang terhindar dari air hujan lansung, dikarenakan apabila terkena air secara langsung saat proses fermentasi akan mengakibatkan kegagalan dalam proses tersebut. Karena yang terjadi saat itu adalah proses pembusukan. Sementara dalam proses fermentasi membutuhkan bantuan Oksigen  ( ).
2. Baha-Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan dan fermentasi bokashi akan dijelaskan sebagai berikut yaitu antara lain:
a.       Sekam
Sekam adalah kulit padi yang telah dipisahkan dari isinya yang bentuknya kasar, sekam atau kulit padi banyak mengandung unsur Kalium (K) yang amat diperlukan tanaman akan tetapi di dalam tanah unsur ini cukup terbatas.
b.      Dedak
Dedak merupakan hasil dari penggilingan padi yang bentuknya halus dan dapat pula dimanfaatkan untuk pakan ternak dalam proses fermentasi bokashi digunakan untuk tempat tinggal berkembang biak mikroorganisme atau rumahnya.
c.       Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah kotoran ternak yang banyak mengandung unsur Nitrogen  (N), Fosfor (P) dan Kalium (K). Kandungan Zat hara kotoran dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas hijauan, konsetrat serta rumput yang tidak dimakan.
d.      Efektifitas mikroorganisme
Mikroba diperlukan dalam mempercepat proses fermentasi pupuk organik.
e.       Gula kristal
Kandungan glukosa merupakan makanan bagi mikroba untuk melakukan pembelahan diri dalam berkembang biak.
f.       Air secukupnya yang bebas dari kaporit
Air yang digunakan dalam proses pembuatan bokashi harus terbebas dari kaporit karena bahan ini dapat mematikan mikroba sehingga dapat menyebabkan proses pembuatan pupuk berlangsung lama.

3. Cara Pembuatan
Beberapa tahap-tahap yang dilakukan dalam pembuatan pupuk organik yaitu sebagai berikut :
1.      Tahap pertama
   Yang dilakukan dalam pembuatan pupuk organik yaitu air yang disiapkan dan dituang kedalam ember. Kemudian gula kristal dimasukkan kedalam air dan dilarutkan, setelah air dilarutkan dengan gula kristal selanjutnya EM-4 dimasukkan kedalam larutan, pada saat inilah mikroba berkembang biak.
2.      Tahap kedua
   Yang dilakukan yaitu mencampur adonan sekam, dedak dan pupuk kandung diaduk secara merata dengan membolak-balikkan dengan menggunakan sekop.
3.      Tahap ketiga
   Yang dilakukan yaitu mencampur adonan yang disiapkan dengan larutan mikroba dengan memperhatikan jumlah kandungan air. Apabila saat dikepal adonan telah remah menandakan air yang dibutuhkan sudah cukup.
4.      Tahap keempat
   Yaitu adonan dibungkus rapat diatas ubin yang terhindar kontak langsung dengan air hujan. Karena pada saat inilah menentukan keberhasilan bokashi, tahap ini biasa disebut tahap fermentasi.
5.      Tahap kelima
   Yaitu dimana tahap ini perlu pengontrolan suhu, apabila suhu mencapai lebih dari 50ÂșC sebaiknya dilakukan pembalikan adonan untuk menghindari proses pembusukan yang menyebabkan kegagalan dalam proses fermentasi.
6.      Tahap keenam
   Yaitu tahap hasil setelah 4-5 hari, suhu berangsur-angsur menurun dan dipermukaan organik ditandai dengan tumbuhnya cendawan berwarna putih dan adanya aroma khas yang tidak menyengat lagi. Hal ini menandakan pupuk Bokashi telah berhasil dan siap diaplikasikan di areal tanaman sayuran.
B.     Kaitan kegiatan dengan bidang keprofesian
Kegiatan pembuatan Pupuk Organik dengan profesi perkuliahan dibidang pertanian adalah sangat berkaitan erat dalam memperluas wawasan mahasiswa dalam upaya memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat petani.


C.    Pembahasan
Penggunaan pupuk organik dapat terlihat jelas dalam pengaplikasian pada tanaman sayuran di Kelompok Tani  Sayuran Rt.I Rw.3 Lr. IX Kelurahan Lebang Kecamatan Wara Barat Kota Palopo. Hasil yang dilihat antara pemakaian pupuk organik dengan penggunaan pupuk an-organik dapat terlihat jelas, sehingga kedepan nanti para petani telah mampu membuat dan mengaplikasikan pupuk bokashi di arel tanaman sayuran mereka sehingga diharapkan nantinya tingkat pendapatan petani dapat meningkat dikarenakan biaya dapat diminimalkan.
BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Dari kegiatan diatas ditarik kesimpulan bahwa dalam upaya mengurangi biaya produksi dan perbaikan lingkungan, tehnik pembuatan pupuk organik yang paling cepat dengan cara fermentasi relatif lebih cepat dikarenakan hanya membutuhkan waktu 4-5 hari pupuk dapat digunakan atau sudah jadi.
B.     Saran
         Dalam usaha program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan hasil pertanian dan usaha pertanian lainnya saya mohon kepada pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi akan sayuran organik yang bebas dari bahan kimia dan mohon kepada pemerintah untuk meningkatkan bantuan penyaluran sayuran organik yang bebas dari kimia sehingga memiliki nilai atau harga yang lebih dipasaran, serta sekiranya dari pihak panitia KKNP UNCP menambah waktu agar kiranya pengaplikasian di lapangan dapat mencapai hasil pengaplikasian dari pembuatan pupuk.

No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...