Thursday, June 7, 2012

PROFIL BRI


 

PROFIL PERUSAHAAN  BRI

A. Sejarah Ringkas
 Sejarah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dimulai pada zaman Belanda, yaitu
pada tanggal 16 Desember 1895 yang ditandai dengan berdirinya De
Poerwokertosche Hulp-en Spaarkbank Der Inlansche Hoofden (Bank Penolong
dan Tabungan Priyayi Poerwokerto). Atau lebih dikenal sebagai “Bank Priyayi
Poerwokerto”.
 Tahun 1896 W. P. D De Wolf Van Weesterrode (Asisren Residen
Poerwokerto yang menggantikan E. Sieburgh) bersama A. L Schif mendirikan De
Poerwokerto HulpSpaar-en Landbouwcrediet-bank sebagai kelanjutan Bank
Priyayi Poerwokerto. Berdirinya Bank Perkreditan Rakyat mendapat sambutan
positif masyarakat. Sejak tahun 1898 didirikanlah Golsbanken (Bank Rakyat) di
daerah-daerah lain seperti Manado, Bukit Tinggi, dan Garut. Daerah kerja Bank
Rakyat ini meliputi wilayah administrasi kabupaten atau afdeling Bank.
 Pada awal abad ke-20 bank-bank rakyat tersebut mengalami kesulitan
sehingga pemerintah kolonial ikut campur tangan dalam perkembangan Bank
Perkreditan Rakyat dengan mendirikan Dients Der Volkscredietwesen (Divas
Perkeditan Rakyat) tahun 1904, yang bertugas membantu Bank-Bank Rakyat
secara materil maupun inmateril melalui tambahan modal, bimbingan, pembinaan,
dan pengawasan. Dengan demikian, sejak tahun 1904 perkreditan rakyat menjadi
tugas pemerintah.
 Untuk mengendalikan dan mengembangkan usaha perbankan yang sedang
berkembang, pada tahun 1912 Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Centrale
Kas (Kas Induk) yang berfungsi sebagai Bank Sentral bagi bank-bank rakyat.
 Akibat resensi dunia pada tahun 1912-1932 banyak bank-bank rakyat yang
mengalami masalah berat. Pemerintah Kolonial Volkcrediet Bank (AVB) tahun
1934, yang berstatus Badan Hukum Eropa. Modal pertamanya beasal dari
Likuidasi Centrale Kas di tambah kekayaan bersih bank-bank rakyat. Pada zaman
penduduk Jepang, AVB di Pulau Jawa diganti namanya menjadi Syomin Ginko
(Bank Rakyat) berdasarkan UU No. 39 tanggal 3 Oktober 1942.
 Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) 17 Agustus
1945, dengan Peraturan Pemerintah(PP) No. 1 Tahun 1946 tanggal 22 Februari
1946, Pemerintah RI menetapkan berdirinya Bank Rakyat Indonesia (BRI)
sebagai Bank  Pemerintah yang dahulu berturut-turut bernama Algemeene
Volkscrediet Bank(AVB) dan Syomin Ginko.
 Perkembangan sejarah politik Indonesia turut juga mempengaruhi
perkembangan sejarah Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dengan Surat Keputusan
Menteri Kemakmuran Republik Indonesia (RIS) tanggal 16 Maret 1959, Direksi
Bank Rakyat Indonesia negara bagian Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
dipindahkan dari dari Yogyakarta ke Jakarta untuk dijadikan Direksi Bank Rakyat
RIS (BARRIS). 
 Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden yang menyatakan kembali ke
UUD 1945, maka dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(PERPU) Nomor 41 tanggal 6 Oktober 1960 yang tercatat dalam lembaran negara
Universitas Sumatera Utara
No. 128 thun 1960 dibentuklah Bank Koperasi, Tani, dan Nelayan yang disingkat
dengan BKTN.
 Bank seterusnya berturut-turut diturut dilebur dan diintegrasikan : 
w Bank Rakyat Indonesia berdasarkan PERPU No. 42 Tahun 1960 tanggal
26 Oktober.
w PT. Bank Tani Nelayan berdasarkan PERPU No. 43 Tahun 1960 tanggal
26 Oktober.
w Nedelandsche Handel Mij (MIJ) yang dinasionalisasikan berdasarkan
Peraturan Menteri Keuangan No. 26 1-260/BUM II tanggal 30 November
1960 diserahkan kepada Bank Koperasi, Tani dan Nelayan.
 Namun belum sampai integrasi ketiga bank Pemerintah ini terlaksana,
Bank Umum Negara serta Bank Tabungan dan Pos berdasarkan Penpres Nomor 8
Tahun 1965 Tanggal 4 Juni disatukan dengan Bank Indonesia, sebagai suatu
langkah kebijakan Pemerintah menuju pembentukan bank tunggal. BKTN
diintegrasikan pula ke Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan
Koperasi, Tani dan Nelayan berdasarkan Penpres Nomor 9 Tahun 1965 dan
Nomor 47 Tahun 1965 tentang Pembentukan Bank Tunggal Negara Indonesia
Unit II.
  Bank Negara Indonesia Unit II (bekas peleburan Bank Rakyat Indonesia
dan Bank Tani dan Nelayan) dalam sehari-hari bekerja dengan nama Bank Negara
Indonesia Unit II bidang rural sedangkan dengan nama Bank Negara Indonesia
Unit II bidang EKSIM.
 Pada akhirnya tahun 1986 Berdasarkan UU omor 14 Tahun 1967 tentang
UU Pokok Perbankan dan UU Nomor 13 Tahun 1968 tentang UU Bank Sentral
dikembalikan dan Bnak Negara Indonesia Unit II bidang Rural/Eksim dijadikan
bank-bank milik negara dengan nama :

1. Bank Rakyat Indonesia yang menampungsegala hak dan kewajiban serta
kekayaan dan perlengkapan Bnak Negara Indonesia bidang rural dengan
UU nomor 21 Tahun 1968
2. Bank Ekspor Impor Indonesia yang menampung segala hak dan kewajiban
serta kekayaan da perlengkapan Bank Negara Indonesia Unit II bidang
Eksim dengan UU nomor 22 Tahun 1968
3. Pada tahun 1968, ditetapkansebuah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang

berkantor pusat di jakarta dan selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1992 dengan
Undang-Undang no.113 Tahun 1982 BRI berubah status menjadi
Perseroan Terbatas dengan nama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero).
Tahun 1982 Direksi menugaskan sebuah tim untuk mengkaji tentang
tanggal berdirinya BRI yang hasilnya dituangkan dalam SK Direksi BRI
No. KEP:67/DIR?211982 Tanggal 2 Desember 1982, ditetapkan bahwa
hari jadi BRI tanggal 16 Desember 1985. Dimana tanggal tersebut
merupakan tanggal berdirinya De Poerwokerto Hulp En Spaarkbank Der
Inlandsche hoofden yang merupakan cikal bakal berdirinya Bank Rakyat
indonesia (BRI).

Visi dan Misi Bank Rakyat Indonesia
Visi Bank Rakyat Indonesia
w Menjadi Bank Komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan

nasabah.
Untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Bank Rakyat Indonesia menetapkan 3
(tiga) MISIyang dilaksanakan, Yaitu :

1. Melakukan Kegiatan Perbankan yang terbaik dengan memprioritaskan
pelayanan kepada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) untuk
menunjang perekonomian masyarakat
2. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang
tersebar luas dan di dukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang
profesional dengan melakukan praktek tata kelola perusahaan yang baik
(Good Coorporate Govermance)
3. Memberikan keuntungan dan manfaat Se-optimal mungkin berbagai pihak
yang berkepentingan
B.  Jenis Kegiatan BRI
1. Bidang Operasional Pasif
Bidang ini berfungsi untuk menghimpun dana-dana (Funding) dari
masyrakat  atau dari pihak ketiga. Dalam penghimpunan dana-dana
tersebut BRI mengeluarkan berbagai jenis produknya yaitu :
a) Tabungan BRI Britama
Tabungan BRI yang penyetorannya dan pengambilannya tidak dibatasi
baik frekuensi maupun jumlahnya selama saldo mencukupi
b) Tabungan Britama Dollar
Simpanan dalam mata uang, pengambilannya tidak dibatasi baik
frekuensi dan jumlahnya (sesuai ketentuan)
c) Tabungan Simpedes
Simpanan masyarakat dalam bentuk tabungan yang penyetorannya dan
pengambilannya tidak dibatasi baik frekuensi maupun jumlahnya
selama saldo mencukupi
d) Tabungan Haji BRI
Tabungan yang diperuntukkan bagi perorangan guna mempersiapkan
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)
e) Deposito BRI 
Simpanan berjangka dalam mata uang rupiah yang dikeluarkan oleh
BRI dimana penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu
tertentu
f) Deposito BRI Vallas
Simpanan pihak ketiga berupa simpanan berjangka dalam mata uang
asing yang hanya dapat diambil setelah jangka waktu tertentu
sebagaimana telah diperjanjikan antara Deposan dengan BRI
g) Giro
Simpanan pihak ketigayang penarikannya dapat dilakukan setiap saat
dengan menggunakan cek, bilyet giro atau surat perintah penarikan
lainnya dengan cara pemindahbukuan
2. Bidang Operasional Aktif
Bidang ini berfungsi untuk menyalurkan dana-dana yang telah diberikan
oleh pihak ketiga atau dana-dana yang dihimpun oleh Bank dan disalurkan
kembali kepada masyarakat melalui fasilitasn kredit, seperti :
a) Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BRI
Kredit konsumer yang digunakan untuk pembiayaan kepemilikan
rumah (dapat berupa pembelian baru/bekas, pembangunandan
renovasi)
1. Rumah tinggal (residence)
i. Rumah
ii. Apatemen
2. Rumah usaha (Commercial property)
i. Rumah toko (ruko)
ii. Rumah kantor (rukon)
b) Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI
Fasilitas kredit yang diberikan kepada individu yang memiliki
pendapatan/penghasilan tetap maupun tidak tetap, yang digunakan
untuk keperluan pembelian kendaraan bermotor, yaitu :
1.  Kendaraan bermotor roda empat (mobil) baru dan bekas
Fasilitas KKB tidak diberikan untuk pembelian kendaraan
bermotor yang memiliki roda lebih dari 4 (empat)
2.  Kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor) baru dan bekas
Khususnya untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua bekas
hanya dapat dilayani dengan pola kerja sama denga pihak ketiga
c) Kredit Multiguna (KMG) BRI
Fasilitas kredit yang diberikan kepada individu yang memiliki
penghasilan tetap maupun tidak tetap yang digunakan untuk berbagai
keperluan konsumtif yang tidak dilayani dengan skim KPR dan KKB
maupun kredit konsumtif lainnya, sepanjang tidak bertentangan
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
3. Bidang Jasa-jasa perbankan 
Disamping BRI mengeluarkan produk penghimpunandan penyalur dana,
BRI juga mengeluarkan produk jasa-jasa perbankan, seperti :
a) Western Union 
Merupakan salah satu jasa transfer pengirman uang Bank BRI dari dan
luar negeri secara cepat dan aman
b) Safe Deposite Box
Suatu jenis pelayanan Bank dalam bentuk penyewaan box atau kotak
yang dirancang khusus untuk menyimpan barang berharga atau
dokumen penting (surat berharga) milik nasabah untuk jangka waktu
tertentu 
c) Transfer atau kiriman uang
Pengiriman uang yang dilakukan melalui Bank dengan jalan
memindahbukukan rekening dari satu tempat ke tempat lain
d) Kliring 
Proses penyampaian surat berharga yang belum merupakan suatu
kewajiban bagi Bank, dimana surat berharga tesebut disampaikan oleh
Bank penarik, hingga adanya pengesahan oleh Bank tertarik melalui
lembaga kliring yang dinyatakan dalam mata uang rupiah 
C.  Struktur Organisasi 
 Berbicara mengenai struktur organisasi maka perlu diketahui pengertian
dan struktur organisasi. Struktu organisasi bentuk atau susunan, sedangkan
organisasi adalah suatu sistem/bentuk stiap penggabungan manusia untuk suatu
tujuan bersama. 
 Maka Struktur organisasi merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Organisasi merupakan hal yang penting dalam menentukan
tujuan perusahaan, atas dasar kerja sama yang mempunyai bentuk dan susunan
yang jelas merumuskan tugas setiap unsur antara yang satu dengan lainnya dalam
hubungan kerja, selain itu dalam memperlancar dan mempermudah pimpinan
untuk mengadakan pengawasan terhadap tugasnya.

Adapun struktur organisasi Bank Rakyat Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Pimpinan Cabang
Tugas dan tanggung jawabnya adalah : 
a. Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan, merivisi dan mengupayakan
pencapaian RKA dalam rangka mencapai target bisnis yang telah
ditetapkan.
b. Membina dan mengkordinasikan unit-unit kerja di bawahnya untuk
mencapai target yang telah ditetapkan.
c. Memfungsikan semua unit kerja dibawahnya dan pekerja binaannya
dalam melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan strategi yang telah
ditetapkan guna mewujudkan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi
nasabah.
d. Mengawasi semua bawahannya dan unit-unit kerja di bawahnya dalam
rangka melaksanakan dan mencapai sasaran dan rencana kerja yang telah
ditetapkan.
e. Melakukan kegiatan pemasaran dana, jasa serta kredit dalam rangka
memperluas pangsa pasar.
f. Mengembangkan bisnis perkreditan guna memperoleh
keuntungan/penghasilan yang optimal dengan resiko yang dapat diterima
dan tetap mempertahankan kualitas portfolio sehat.
g. Melaksanakan koordinasi dengan instansi/pihak terkait atas pelaksanaan
bisnis untuk menjamin pelayanan perbankan yang tepat sasaran dan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
h. Menjamin bahwa seluruh transaksi yang disetujui/disahkan telah sesuai
dengan kewenangannya dalam rangka menjaga kepercayaan nasabah.
i. Meneruskan permohonan kredit sesuai dengan skim kredit diluar
kewenangannya dalam rangka meningkatkan kepuasan nasabah.
j. Memastikan bahwa tidak terjadi dalam kurun waktu setelah close system
pada hari kerja sebelumnya sampai dengan awal hari kerja berikutnya
guna menjamin tidak ada transaksi yang ilegal.
2. Account Officer
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Mencari nasabah untuk menabung dan meminjam kredit.
b. Mempertahankan BRI agar tetap signifikan supaya tidak ada NPL.
c. Melakukan on the spot ke nasabah yang akan meminjam kredit.
d. Melakukan analisa terhadap usaha dan kemampuan bayar calon debitur.
e. Memastikan pembayaran bunga maupun pokok debitur.
f. Mengupdate izin-izin usaha serta keberlangsungan usaha selama jangka
waktu pinjaman.
g. Menganalisa continuedan volume usaha debitur dikaitkan dengan
permohonan penambahan maupun penurunan plafon debitur.
h. Melakukan analisa mendalam terhadap bentuk-bentuk hukum usaha
calon debitur terkait dengan struktur organisasi yang tertuang di dalam
AD ART yang mengatur pinjaman maupun penanggung jawab usaha.
i. Melakukan tindakan penanggulangan terhadap adanya kemungkinan
kredit bermasalah dengan melakukan control setiap bulannya dengan
mengunjungi nasabah.
j. Melakukan tindakan penyelesaian yang tepat untuk debitur yang
memiliki masalah dalam hal menunggak pokok dan bunga angsuran.
3. Supevisor
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Mengisi kas ATM bersama tugas yang ditunjukkan guna memastikan
ketersediaan kas ATM yang optimal.
b. Memastikan kelancaran pelayanan teller kepada nasabah sehingga
pelayanan nasabah dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.
c. Memastikan ketentuan maksimum kas teller tidak terlampaui selama jam
pelayanan kas sehingga keamanan kas teller dapat terjaga.
d. Meneliti keabsahan bukti kas dan dokumen-dokumen lainnya yang
diterima guna memastikan kebenaran dan keamanan transaksi.
e. Merangkap sebagai teller pada saat diperlukan untuk membantu
kelancaran  pelayanan kepada nasabah.
f. Mengelola dan memastikan kebenaran jumlah kuitansi payment point
yang belum terbayar untuk menghindari penyalahgunaan.
g. Membina dan menilai kinerja pekerja yang berada dibawahnya dalam
rangka menyediakan SDM yang profesional.
Universitas Sumatera Utara
h. Melakukan pengawasan atas kegiatan pelayanan dana, jasa (termasuk
Rekening kerja sama) yang di;akukan oleh petugas pelayanan nasabah
guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
i. Menindaklanjuti keluhan-keluhan nasabah dalam batas wewenangnya
untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
j. Mengaktifkan pembukuan rekening simpanan untuk memastikan
pembukuan rekening yang telah sesuai ketentuan.
4. Administrasi Kredit
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a.  Menerima, meneliti, dan mencatat setiap permohonan kredit sesuai
dengan pasar sasaran, KRD dan KND guna menjamin pinjaman yang
sehat, menghasilkan dan menguntungkan.
b. Mengadministrasikan agar pasar sasaran, KRD, KND, RPT, sesuai
dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka memberikan informasi
kepada pejabat kredit lini.
c.  Menyiapkan dan mengisi formulir pengawasan/ koordinator ADK atas
setiap permohonan kredit dalam rangka memonitoring penyelesaian
pemberian kredit.
d. Menyiapkan kredit yang akan jatuh tempo 3 bulan yang akan datang dan
melaporkannya kepada atasannya guna menjadi informasi pejabat kredit
lini memproses perpanjangan kredit yang akan jatuh tempo.

e.  Memelihara dokumentasi asuransi kredit, asuransi kerugian, jiwa yang
berkaitan dengan kredit sesuai ketentan yang berlaku dalam rangka
mengamankan kepentingan BRI. 
f.  Menyiapkan perjanjian kredit di bawah tangan guna mengamankan
kepentingan BRI.
g. Menyiapkan dokumen pendukung yang diperlukan untuk pembuatan
perjanjian kredit notariil dalam rangka mengamankan kepentingan BRI.
h. Menyiapkan instruksi pencairan kredit dan dalam rangka realisasi kredit
untuk meningkatkan kepuasan nasabah.
i.  Membantu nasabah dalam menyiapkan tanda setoran biaya dalam rangka
realisasi kredit untuk meningkatkan kepuasan nasabah.
j.  Melakukan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan atasan dalam
rangka menunjang bisnis Kanca.
5. Teller Tunai
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a. Melakukan tambahan kas agar kelancaran pelayanan kepada nasabah
dapat berjalan dengan baik dan memuaskan.
b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokan dengan tanda
setorannya guan memastikan kebenaran transaksi dan keaslian uang
yang diterima.
c.  Memastikan membayar uang kepada nasabah yang berhak untuk
menghindari kesalahan yangmerugikan Kanca.
d. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima guna memastikan kebenaran
dan keamanan transaksi. 
e.  Melakukan pergeseran kas antar teller yang memerlukan demi
kelancaran pelayanan.
f.  Melayani transaksi jual beli Bank Note agar pelayanan kepada nasabah
berjalan dengan baik.
g. Membayar biaya-biaya hutang, realisasi kredit dan transaksi lainnya
kuitansinya tlah disahkan oleh pejabat yang berwenang guna kelancaran
operasional Kanca.
h. Membuku transaksi o/b kliring dan non kredit/nota debet sesuai
ketentuan guna memastikan kebenaran dan keamanan transaksi.
i.  Mengelola dan menyetor fisik kas pada supervisor/oo baik selama
pelayanan kas maupun akhir hari agar keamanan kas dapat terjaga.
j.  Melakukan tugas-tugas kedinasan lain sesuia dengan instuksi dari atasan
dalam rangka menunjang kepentingan bisnis dan operasional Kanca.
6. Customer Service
Tugas dan tanggung jawabnya adalah :
a.  Memberikan informasi kepada nasabah/calon nasabah mengenai produk
BRI guna menunjang pemasaran produk BRI.
b. Memberikan informasi saldo simpanan, transfer, maupun pinjaman bagi
nasabah yang memerlukan guna memberikan pelayanan yang
memuaskan kepada nasabah.

c.  Melayani permintaan salinan rekening koran bagi nasabah yang
memerlukan (diluar pengiriman secara rutin setiap bulan) guna
memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
d. Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan
(seperti mengantarkan atau menjemput uang ke tempat tinggal/ usaha
nasabah)guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
e.  Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana maupun
jasa BRI guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
f.  Menerima dan menginventarisasikan keluhan-keluhan nasabah untuk
diteruskan kepada pejabat yang berwenang guna memberikan pelayanan
yang memuaskan kepada nasabah.
g. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan atasan dalam rangka
menunjang kepentingan bisnis dan operasional Kanca.
D.  Kinerja Usaha Terkini
 Dalam kondisi krisis ekonomi global yang secara langsung berdampak ke
Perekonomian Indonesia, Bank BRI tetap mencatatkan hasil kinerja usaha yang
menggembirakan. Dengan kenaikan laba bersih konsolidasi BRI di tahun 2008
yang naik sebesar 23%. 
 Terkait dengan kinerja yang baik dari aset Bank BRI, khususnya dari
kredit, maka kinerja usaha Bank BRI terlihat semakin sempurna dengan
keberhasilan peningkatan perolehan laba perusahaan. Perolehan laba Bank BRI,
mencapai Rp. 5,958 triliun tahun 2008. Pertumbuhan laba tersebut antara lain
Universitas Sumatera Utara
didukung kinerja Bank BRI yang solid terlihat dari kenaikan Pendapatan Bunga
yang meningkat 17,10% pada tahun 2008.
 Penyaluran kredit tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan Prinsip
Kehati-hatian (prudential banking) yang tercermin dalam perbaikan angka non
performing loan (NPL) gross menjadi 2,80 persen pada akhir tahun 2008.
Sampai dengan saat ini, Bank BRI tetap berkomitmen minimal 80 persen dari
total kreditnya disalurkan kepada pengembangan usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM). Bahkan dengan keikutsertaan Bank BRI dalam mendukung
sektor UMKM melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara langsung
membantu menggerakkan perekonomian nasional dan terbukti tetap tumbuh serta
tahan terhadap dampak krisis ekonomi.

E.  Rencana Kegiatan BRI 
 Perbankan sebagai pemain utama pada sistem keuangan Indonesia dan
motor pertumbuhan perekonomian Indonesia yang didukung dengan kinerja
perbankan yang relatif baik.
 Di tahun 2009  Bank Rakyat Indonesia (BRI) mentargetkan pengucuran
kredit untuk nasabah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga mencapai Rp.
30 triliun. Suku bunga yang diberikan kepada BUMN berbeda-beda tergantung
dari resiko proyek yang dilakukan BUMN yang bersangkutan. Tahun ini bank
Rakyat Indonesia (BRI) optimis bisa menggandeng 20 BUMN yang saaat ini
sudah berkomitmen mengambil pinjaman dari BRI.(klik link untuk mendapatkan info menarik lainnya)
 

No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...