Tuesday, October 16, 2012

Tanaman Untuk Bahan Baku Uang Kertas

Beberapa jenis tanaman serat alam yang terdiri atas tanaman serat buah (kapas), batang (kenaf, rosella, yute, rami, linum), dan daun (abaka, agave) sudah lama dibudidayakan di Indonesia, bahkan sudah ada yang statusnya mantap sebagai bahan baku industri skala nasional maupun internasional, seperti kapas, kenaf, abaka, dan rami. Tanaman serat alam tersebut sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan baku pulp dan kertas, serta bahan baku industri lainnya. Tiap tahun Indonesia mengimpor kertas uang sebanyak 1,7 reem senilai ± US $ 50 juta atau setara dengan ± Rp. 475 Milyar. Bahan dasar kertas uang yang berkualitas adalah dari serat kapas (linters) yang dicampur dengan serat alam lainnya seperti abaca, rami, kenaf, dan linum pada komposisi tertentu. Serat alam yang ada di dalam negeri memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan bahan kertas uang dalam negeri. Hal ini sudah dilakukan penelitian bahan kertas uang oleh Balai Besar Pulp dan Kertas. Bank Indonesia bekerjasama dengan LIPI, Balittas, ITS, dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan (Kemperindag), dengan pertimbangan bahwa bahan genetik tanaman sudah ada, sumberdaya lahan sangat memenuhi syarat, dan sumberdaya manusia sangat mendukung untuk melakukan usaha pertanaman serat alam. Apabila usaha pengembangan tanaman serat alam di dalam negeri dapat diberdayakan secara maksimal maka Indonesia akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani melalui pembangunan agribisnis komoditas serat alam, yang pada gilirannya akan mengurangi impor kertas uang sehingga akan menghemat devisa negara. Pemberdayaan sumberdaya lahan, seperti lahan bonorowo (lahan banjir) dan lahanmasam di luar Jawa, dengan menanam varietasvarietas unggul merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan petani di lahan marjinal
tersebut.

No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...