Saturday, December 24, 2011

makalah manajemen strategi


MANAJEMEN STRATEGI PADA SETIAP PERUSAHAAN
A.    PENERAPAN MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN
1. Factory Visit Sari Roti
            Tristar Tourism Academy memberikan pengalaman unik untuk anda, dengan program Factory Visit ke Pabrik Sari Roti pada tanggal 23 April 2010. Anda dapat melihat secara langsung proses pembuatan Sari Roti yang halal, Sehat dan Higienis.
            PT Nippon Indosari Corpindo (Sari Roti) merupakan perusahaan penanaman modal asing yang memproduksi roti dan terbesar di Indonesia dengan dua pabrik terletak di Kawasan Industri Jababeka Cikarang dan satu pabrik lagi di Kawasan Industri Pasuruan, Jawa Timur. Pada bulan September 1996 meluncurkan produk roti yang pertama dengan brand ‘Sari Roti’ kemudian pada awal tahun 2001, meluncurkan brand ke dua yaitu ‘Boti’. PT Nippon Indosari Corpindo merupakan perusahaan roti pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi modern dari Jepang yang dimana dalam proses pembuatan roti kami memiliki strandarisasi yang sesuai dengan untuk mencapai kriteria halal, healthy (sehat), hygiene (bersih).
PT. Nippon Indosari Corpindo mendistribusikan produk rotinya melalui 56% jaringan distribusi modern yaitu Hypermarket, Supermarket dan Minimarket, sementara jaringan tradisional 44% yaitu P&D dan Agent. Saat ini produk roti ‘Sariroti’ dan ‘Boti’ dapat dinikmati di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sebagian wilayah Lampung dan Bali.
Kekuatan PT. Nippon Indosari Corpindo terletak pada keterpaduan operasi (Supply Chain Management) dalam cara kerja yang saling melengkapi dalam tiap bagian perusahaan sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan.
Kemampuan pemasaran dan distribusi serta ketrampilan manajemen yang didukung dengan teknologi informasi yang update telah menempatkan PT.Nippon Indosari Corpindo pada posisi terdepan dalam industri roti modern di Indonesia saat ini.
            Komentar:
            Perusahaan ini melakukan Strategi Ekspansi (Expansion)
Strategi ini menekankan pada penambahan/perluasan produk, pasar, dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya, sehingga aktivitas perusahaan meningkat. terbukti PT. Nippon Indosari Corpindo mendistribusikan produk rotinya melalui 56% jaringan distribusi modern yaitu Hypermarket, Supermarket dan Minimarket, sementara jaringan tradisional 44% yaitu P&D dan Agent. Saat ini produk roti ‘Sariroti’ dan ‘Boti’ dapat dinikmati di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur dan sebagian wilayah Lampung dan Bali.
2. Sejarah Coca Cola

Diciptakan pertama kali di bulan Mei 1886, oleh Dr. John S. Pemberton di Atlanta,
Georgia. Nama "Coca-Cola" sebenarnya merupakan ide dari Frank Robinson,
yang menjadi pemegang pembukuan Dr. Pemberton, yang kemudian
menggambarkannya dalam bentuk teks script yang melayang, yang menjadi sangat
terkenal hingga saat ini. Nama Coca-Cola sendiri sebenarnya berasal dari campuran bahan minuman tersebut yaitu stimulant cocaine, yang dicampur dengan kola nuts (yang
merupakan bahan caffeine). Percaya atau tidak, awalnya Dr. Pemberton mengklaim bahwa
Coca-Cola dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk morphine addiction,
dyspepsia, neurasthenia, sakit kepala, dan impotensi dan dijual seharga 5cent per gelar. Pemberton terinspirasi atas kesuksesan cocawine Perancis Vin Mariani, yang dibuat oleh Angelo Mariani.
Penjualan pertama dilakukan di Atlanta, Georgia di sebuah farmasi bernama Jacob
Pharmacy pada tanggal 7 Mei 188, dan dalam delapan bulan pertama, terjual sebanyak
sembilan minuman setiap harinya. Dr. Pemberton memasang iklan pertama kali pada
tanggal 29 Mei di Jurnal Atlanta untuk produk minuman. Total penjualan yang berhasil
dilakukan oleh Dr. Pemberton pada tahun pertama sebanyak $50, namun pengeluaran
pada tahun tersebut mencapai $70, sehingga mengalami kerugian saat itu. Kini, produk
Coca-Cola dikonsumsi lebih dari 834 juta per hari.
Tahun 1887, Dr. Pemberton menjual sebagian saham perusahaannya kepada Asa Griggs Candler, yang menjadikannya sebagai sebuah perusahaan berbadan  hukum Coca Cola Corporation di tahun 1888. Di tahun yang sama, Pemberton menjual sahamnya kedua kalinya kepada tiga orang pebisnis, yaitu J.C. Mayfield, A.O. Murphey, dan E.H. Bloodworth.
Sementara itu, anak Dr. Pemberton, yaitu Charley Pemberton mulai menjual minuman buatannya sendiri. Hingga pada saat itu, ada tiga macam produk Coca- Cola, yang dijual oleh tiga perusahaan yang berbeda, berada di pasaran.
            Menaklukkan Amerika
Di tahun 1891, Asa Candler yang merupakan pemilik dari bisnis Coca-Cola yang telah dijalankannya selama lima tahun, berhasil mendapatkan $2.300, kemudian sempat mencoba beberapa jenis produk lainnya, namun  kemudian menghentikan serta memfokuskan diri sepenuhnya pada minuman yang berhasil membuatnya menjadi seorang pebisnis yang sukses. Candler mendaftarkan trademark "Coca-Cola" pada kantor paten Amerika dan membayar dividen pertamnya sebanyak $20 di tahun 1893. Candler secara pribadi selalu melibatkan diri dalam proses pencampuran setiap tetes sirup yang dibuatnya. Formula rahasia tersebut dikenal dengan sebutan "7X", dan hanya diketahui oleh beberapa rekanan yang sangat dipercaya. Dalam waktu tiga tahun kemudian, seiring dengan perkembangan dunia periklanan dan promosi saat itu, seperti penggunaan souvenir, kalender yang menampilkan gambar perempuan muda dan tidak terhitung berbagai hal yang baru, Coca-Cola berhasil menembus ke setiap negara bagian Amerika Serikat. Logo Coca-Cola menyebar dan dapat ditemukan di seluruh penjuru dinding di Amerika, yang bila dihitung secara kasar mencapai 2,5 juta kaki persegi. Candler berhasil membuat masyarakat untuk mencoba minumannya dan mereka membelinya. Sejarah membuktikan bahwa apa yang dilakukannya benar yaitu dengan membentuk persepsi bahwa minumannya lebih dari sekadar suatu minuman bersoda.
Pada saat itu juga, sebuah toko permen di Mississippi yang terkesan dengan besarnya permintaan terhadap minuman ini, mencoba membotolkan dan menaruhnya di depan tokonya. Idenya adalah seharusnya masyarakat bisa membawa minuman penyegar kemanapun mereka pergi. Tahun 1899, pembotolan skala besar dilakukan oleh dua orang Chattanooga, entrepreneur dari Tennesse, yang membeli hak untuk membotolkannya (seharga satu dollar) dan menjual Coca-Cola di seluruh Amerika Serikat. Apa yang dilakukan ini menjadi pelopor dari suatu jaringan produksi dan distribusi terbesar di seluruh dunia.
Tulisan Coca-Cola (spencerian script), biasanya disertai dengan kata "drink", mulai memenuhi sisi-sisi berbagai bangunan dan gudang di seluruh Georgia, segera setelah Coca-Cola Company terbentuk. Di tahun 1960an, saat dunia periklanan berubah dan arti lain dari periklanan mulai bermunculan, Coca-Cola pun mulai bergerak ke penggunaan metode-metode promosi yang lebih modern hingga kini.
Sama populernya, botol Coca-Cola, yang disebut "Contour bottle" (botol berkontur) atau ada jugayang menyebutnya sebagai botol "hobble skirt" (pengikat kaki kuda) diciptakan tahun 1915 oleh seorang Swedia yang bekerja sebagai peniup gelas, Alexander Samuelson, yang berimigrasi ke Amerika tahun 1880an, yang bekerja sebagai manajer pada perusahaan The Root Glass Company di Terre Haute, Indiana, yang merupakan salah satu supplier botol Coca-Cola. Sehubungan dengan permintaan perusahaan Coca-Cola, Samuelson membutuhkan waktu untuk memikirkan kemungkinan desain baru botol akibat produksi di pabriknya terhenti karena adanya angin panas. Samuelson terinsiprasi dengan kemungkinan desain baru berdasarkan bentuk kola nut atau coca leaf, dua bahan utama minuman ini. Samuelson lalu mengirimkan dua orang pekerjanya untuk melakukan riset bentuk dari dua objek tersebut, namun terjadi kesalahpahaman yang mengiring pekerjanya kembali dengan gambaran berbentuk cacao pod (kelopak biji buah coklat) sebuah bahan baku untuk pembuatan coklat, bukan Coca-Cola. Namun oleh perusahaan, kesalahan desain ini diterima dan botol tersebut diproduksi. Walaupun diproduksi, sungguh sulit untuk dipercaya versi ini dapat disetujui karena telah dipertimbangkan oleh banyak pihak yang berwenang.
Raymond Loewy seorang pencipta desain yang unik untuk kemasan kaleng dan botol Coca-Cola di tahun-tahun kemudian, saat itu masih berada di Angkatan Bersenjata Perancis pada tahun ketika botol tersebut diciptakan dan belum berimigrasi ke Amerika hingga tahun 1919. Sementara ada desainer lainnya juga pernah memberikan masukan untuk desain botol yang terinspirasi bukan dari bentuk biji coklat, tapi dari model pakaian mengembang jaman Victorian.
Pada bulan April 1985, Coca-Cola Corporation meluncurkan sebuah minuman yang direformulasikan, disebut dengan New Coke dengan suatu usaha pemasaran yang sangat intens untuk
mengenalkannya. New Coke hampir menjadi suatu kesalahan fatal dari suatu program pemasaran. Publik ternyata tidak menyukai formula baru tersebut dan menjadi tendangan yang sangat keras, sehingga perusahaan akhirnya memutuskan untuk kembali meluncurkan Coca-Cola dengan formula orisinalnya pada bulan Juli 1985 dengan bendera "Coca-Cola Classic." Tahun 1986, pasar New Coke hanya 3%; dan di tahun 1998, hampir tidak dapat ditemukan lagi di pasaran. Setelah itu pula, tulisan "classic" yang menyertai Coca-Cola mulai dihilangkan dari kemasan minuman yang kembali dalam rasa yang aslinya.
            Komentar :
§  Perusahaan ini melakukan Strategi Bertahan (Defensive Strategy)
Strategi ini bermaksud agar perusahaan melakukan tindakan-tindakan penyelamatan agar terlepas dari kerugian yang lebih besar, yang menuju ke arah kebangkrutan. Ini terbukti dengan tindakan Tahun 1887, Dr. Pemberton menjual sebagian saham perusahaannya kepada Asa Griggs Candler, yang menjadikannya sebagai sebuah perusahaan berbadan  hukum Coca Cola Corporation di tahun 1888. Di tahun yang sama, Pemberton menjual sahamnya kedua kalinya kepada tiga orang pebisnis, yaitu J.C. Mayfield, A.O. Murphey, dan E.H. Bloodworth.
§  Perusahaan ini melakukan Strategi Ekspansi (Expansion)
Strategi ini menekankan pada penambahan/perluasan produk, pasar, dan fungsi-fungsi perusahaan lainnya, sehingga aktivitas perusahaan meningkat. ini dapat terlihat Pada bulan April 1985, Coca-Cola Corporation meluncurkan sebuah minuman yang direformulasikan, disebut dengan New Coke dengan suatu usaha pemasaran yang sangat intens untuk
mengenalkannya
3. Henri Nestlé.
Henri Nestlé (lahir dengan nama Heinrich Nestle di Frankfurt am Main, Jerman, 10 Agustus 1814 – meninggal di Vaud, Swiss, 7 Juli 1890 pada umur 75 tahun) adalah pendiri Nestlé S.A., perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia, serta salah satu pencipta utama cokelat susu.
Masa kecil
Henri Nestlé dilahirkan pada 10 Agustus 1814, di Frankfurt am Main, Jerman. Ia adalah anak ke-11 dari 14 orang anak Johann Ulrich Matthias Nestle dan Anna-Maria Catharina Ehemann. Ayah Henri Nestlé menurut tradisi mewarisi perusahaan dari ayahnya Johann Ulrich Nestle dan menjadi seorang glazier di Töngesgasse.
Pergantian nama
Sebelum Nestlé mencapai usia 20 tahun pada 1836, ia telah menyelesaikan masa magangnya selama empat tahun dengan J. E. Stein, seorang pemilik perusahaan farmasi. Pada akhir 1839, ia resmi diberikan hak untuk melakukan percobaan-percobaan kimia, membuat obat-obatan berdasarkan resep, dan menjual obat. Pada masa ini, ia mengganti namanya menjadi Henri Nestlé agar lebih cocok dengan kondisi sosialnya yang baru dengan berbahasa Perancis di Vevey, Swiss.
Karier awal
Pada 1843, Henri Nestlé membeli salah satu industri yang paling progresif dan lincah di region itu pada masa tersebut, yang memproduksi rapeseed. Ia juga terlibat dalam produksi minyak kacang (digunakan sebagai bahan bakar lampu minyak), minuman keras, rum, absinth dan cuka. Ia juga mulai memproduksi dan menjual air mineral bergas dan lemonade, meskipun pada tahun-tahun krisis dari 1845 hingga 1847 Nestlé menghentikan produksi air mineralnya. Pada 1857 ia mulai berkonsentrasi pada penyalaan lampu gas dan pupuk.
Perkawinan
Henri dan Anna Clementine Therese Ehemant menikah pada tanggal 23 Mei 1860 di Frankfurt, Jerman.
Mendirikan karir Nestlé S.A.
Tidak jelas kapan Henri Nestlé mulai mengerjakan proyek susu bayi, namun minatnya didorong oleh sejumlah faktor:
    Tingginya tingkat kematian dalam keluarganya. Setengah dari 14 anak meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.
    Latar belakangnya sebagai seorang asisten ahli farmasi.
    Istrinya yang tahu benar tentang kematian balita karena ayahnya seorang dokter yang banyak membantu orang miskin.
Henri Nestlé mencampurkan susu sapi dengan tepung gandum dan gula untuk menghasilkan substistusi susu ibu bagi anak-anak yang tidak dapat disusui. Selain itu, Henri Nestlé dan Jean Balthasar Schnetzler, sahabatnya dan seorang ilmuwan dalam nutrisi manusia, menyingkirkan asam dan kanji dari tepung gandum karena bayi sulit mencernanya. Produk ini dapat dipersiapkan hanya dengan menambahkan air dan dianggap sebagai makanan bayi pertama. Orang dengan segera mengakui nilai produk yang baru ini, dan segera, Farine Lactée Henri Nestlé (Tepung Susu Henri Nestlé dalam bahasa Perancis) dijual di berbagai bagian Eropa. Pada 1870-an, Makanan bayi Nestle, yang dibuat dari malt, susu sapi, gula, dan tepung gandum, dijual di AS dengan harga $0,50 per botol. Cokelat susu diperkenalkan pada tahun 1875 oleh Henri Nestlé, pembuat susu kental dan Daniel Peter, pembuat cokelat. Bersama-sama mereka menciptakan cokelat susu yang kini disukai oleh 80% penduduk dunia, menggantikan cokelat batangan yang dulunya dibuat dari cokelat yang pahit-manis.
Pensiun
Henri Nestlé menjual perusahaannya pada akhir 1875 dan pindah bersama istrinya ke Montreux dan Glion, dan di sana ia menolong orang-orang dengan pinjaman kecil dan menyumbang untuk masyarakat dengan meningkatkan infrastruktur setempat. Di Glion, ia bertempat tinggal di suatu rumah yang diketahui sebagai Villa Nestlé.
Kematian
Henri Nestlé-Ehmant meninggal dunia karena serangan jantung pada 7 Juli 1890.

            Komentar :
Perusahaan ini melakukan Strategi Penciutan (Retrenchment)
Strategi ini dimaksudkan untuk melakukan pengurangan atas produk yang dihasilkan atau pengurangan atas pasar, maupun fungsi-fungsi dalam perusahaan, khususnya yang mempunyai cash flow negatif.
Strategi ini biasanya diterapkan pada bisnis yang berada pada tahap menurun (decline).
Penciutan dapat terjadi karena sumber daya yang perlu diciutkan itu lebih baik dikerahkan, misalnya untuk usaha lain yang sedang berkembang.ini dapat dilihat dengan adanya Pada 1843, Henri Nestlé membeli salah satu industri yang paling progresif dan lincah di region itu pada masa tersebut, yang memproduksi rapeseed. Ia juga terlibat dalam produksi minyak kacang (digunakan sebagai bahan bakar lampu minyak), minuman keras, rum, absinth dan cuka. Ia juga mulai memproduksi dan menjual air mineral bergas dan lemonade, meskipun pada tahun-tahun krisis dari 1845 hingga 1847 Nestlé menghentikan produksi air mineralnya. Pada 1857 ia mulai berkonsentrasi pada penyalaan lampu gas dan pupuk.
4. George Eastman menciptakan Kamera Kodak Memperkenalkan dan Film

Fotografi Rolled
George Eastman Kodak Kamera
Pada 1888, George Eastman menemukan kering, transparan, dan fleksibel, film fotografi (atau film fotografi digulung) dan kamera-kamera Kodak yang bisa menggunakan film baru.
George Eastman adalah seorang fotografer avid dan menjadi pendiri perusahaan Kodak Eastman.
George Eastman dan Kamera Kodak
"Anda menekan tombol, kita melakukan sisanya" janji George Eastman pada tahun 1888 dengan slogan iklan untuk kamera Kodak nya.
George Eastman ingin menyederhanakan fotografi dan membuatnya tersedia untuk semua orang, bukan hanya fotografer terlatih. Pada 1883, Eastman mengumumkan penemuan film fotografi dalam gulungan. Kodak perusahaan ini lahir pada tahun 1888 ketika kamera Kodak pertama kali memasuki pasar. Dilengkapi dengan film cukup untuk 100 eksposur, kamera Kodak dengan mudah bisa dilakukan dan genggam selama operasi. Setelah film itu terkena (semua gambar yang diambil), kamera keseluruhan dikembalikan ke perusahaan Kodak di Rochester, New York, di mana film dikembangkan, cetakan dibuat, film fotografi baru dimasukkan, dan kemudian kamera dan mencetak adalah dikembalikan kepada pelanggan.
George Eastman adalah salah satu industrialis Amerika pertama untuk mempekerjakan seorang ilmuwan penelitian penuh waktu. Bersama dengan rekannya, Eastman menyempurnakan gulungan film komersial pertama transparan yang dimungkinkan Thomas Edison film kamera pada tahun 1891.
            Komentar :
      Perusahaan ini mengambil tindakan manajemen Strategi generik merupakan suatu pendekatan strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing dalam industri sejenis. Ini dibuktikan George Eastman ingin menyederhanakan fotografi dan membuatnya tersedia untuk semua orang, bukan hanya fotografer terlatih. Pada 1883, Eastman mengumumkan penemuan film fotografi dalam gulungan.
      Perusahaan ini juga melakukan manajemen strategi operasional karena Dalam prakteknya, setelah perusahaan menentukan strategi generiknya, untuk implementasinya akan ditindaklanjuti dengan langkah penentuan strategi yang lebih operasional. Dengan terlihat Kodak perusahaan ini lahir pada tahun 1888 ketika kamera Kodak pertama kali memasuki pasar. Dilengkapi dengan film cukup untuk 100 eksposur, kamera Kodak dengan mudah bisa dilakukan dan genggam selama operasi. Setelah film itu terkena (semua gambar yang diambil), kamera keseluruhan dikembalikan ke perusahaan Kodak di Rochester, New York, di mana film dikembangkan, cetakan dibuat, film fotografi baru dimasukkan, dan kemudian kamera dan mencetak adalah dikembalikan kepada pelanggan.
B.     RESUME
1.      MANAGING STRATEGY
Sistem manajemen strategis adalah proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terus menerus secara terstruktur. Strategi adalah pola tindakan terpilih untuk mencapai tujuan tertentu. Pada mulanya, sistem manajemen strategis bercirikan: mengandalkan anggaran tahunan, berjangka panjang dan berfokus pada kinerja keuangan. Penerapan sistem manajemen strategis yang demikian di banyak perusahaan swasta mengalami kegagalan. Manajemen biasanya didefinisikan sebagai fungsi manajer, yaitu perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian. Jadi dapat dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses. Proses merupakan suatu cara sistematik yang sudah ditetapkan untuk melakukan kegiatan. Dengan merujuk pada definisi diatas, maka majemen berarti suatu proses yang menekankan keterlibatan dan aktivitas yang saling terkait untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Penggunaan balanced scorecard dalam konteks perusahan swasta ditujukan untuk menghasilkan proses yang produktif dan cost effective, menghasilkan financial return yang berlipat ganda dan berjangka panjang, mengembangkan sumber daya manusia yang produktif dan berkomitmen, mewujudkan produk dan jasa yang mampu menghasilkan value terbaik bagi customer/pelanggan.
Hidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layak memberikan ucapan terima kasih pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita. Dua decade silam, kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisa melayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melalui medium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawan diseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahu dua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang, melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pendaran emas menara Monas?
Ya kini tiap hari rasanya kita senantiasa disuguhi aneka produk yang menawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulai dari produk kamera digital, internet banking, media televisi diatas screen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakaikemudian- dibuang. Hidup memang terus bergerak, dan setiap perusahaan seperti dipacu untuk terus meluncurkan aneka produk baru. Dengan kata lain, tanpa inovasi, sebuah perusahaan hamper pasti akan terpelanting mati dalam sirkuit persaingan bisnis yang kian brutal. Persoalannya kemudian adalah : bagaimana caranya suatu perusahaan bisa menjadi lebih inovatif; bukan hanya dalam aneka produk yang dibuat, namun juga dalam rangkaian proses pengelolaan manajemennya? Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunci yang layak digenggam dalam perlombaan menjadi sang jawara inovasi.
Bila di lihat dari beberapa perusahaan yang telah di bahas dalam Managing Strategi dapat di ketahui bahwa setiap perusahaan yang ada di berbagai penjuruh dunia ini memiliki strategi yang di gunakan dalam mengembangkan usaha atau perusahaan mereka sehingga mampu bersaing dalam dunia bisnis serta mampu bertahan dan tetap eksis.
Beberapa perusahaan yang di ceritakan dalam bahan bacaan tersebut memuat tentang beberapa perusahaan yang hamper gulung tikar namun karena mereka memiliki tekad serta pengetahuan dan pengalaman sehingga mereka mampu mengembalikan ke suksesan perusahaan mereka.
Penerapan strategi yang mereka di terapkan telah mereka susun dengan matang dengan menganalisis berbagai resiko yang akan terjadi dan cara penanggulangan resiko tersebut, sehingga mereka dapat menerapkan strategi yang akan membawah perubahaan untuk perusahaan mereka.
2.      Career
kerendahan hati dan kebesaran jiwa untuk mencoba bening mengaca pada kekurangan diri dan juga sekaligus potensi kekuatan yang dimiliki, sungguh amat diperlukan. Proses self-exploration semacam itu sungguh akan bisa berjalan dengan optimal kalau saja setiap perusahaan menyediakan career coach yang trampil. Dengan itu rute untuk menyempurnakan kompetensi dan mindset Anda bisa berlangsung dengan efektif (sayang memang, ndak banyak perusahaan di tanah air yang menyedian career coach internal yang tangguh).
Bukan, disini kita bukan mau bicara mengenai ilmu cari muka atau menjilat bos dan bosnya si bos. No, no, no. Namun harus diakui, dalam sirkuit perjalanan naik karir ada dikenal sebuah ketrampilan yang disebut “impression management”. Inilah sejenis siasat untuk menonjolkan prestasi kerja Anda dihadapan kolega dan top manajemen secara elegan nan bermartabat. (sorry, topik khusus mengenai impression management ini baru akan kita bahas kapankapan di waktu mendatang. So stay tuned!).
Dalam lingkungan kerja dimana elemen subyektifitas dan perasaan acap masih punya pengaruh terhadap promotion decision, maka ketrampilan mengenai impression management mungkin layak untuk digenggam. Sebab dengan itu, perjuangan heorik nan berdarah-darah dari Anda itu bisa kemudian dihargai dengan layak.
Jadi sekali lagi, dalam perusahaan dengan size yang terbatas, kita memang ndak bisa menerapkan ilmu career planning atau talent management secara optimal. Dan sebab itulah, karir Anda mentok. And again : ini memang sebuah kewajaran yang ndak layak ditangisi
3.      Mindset
Sejumlah pakar perilaku (behavioral expert) menyebut proses perubahan acap menjadi tidak efektif lantaran diawali dengan pendekatan weakness-based orientation. Sering juga disebut sebagai problem-based orientation. Maksudnya begini : inisiatif perubahan diawali dengan premis bahwa ada yang “salah” dalam diri kita atau organisasi kita. Bahwa diri kita atau organisasi kita memiliki banyak kekurangan (weakness) dan problem.
Untuk itulah kemudian kita melakukan serangkaian action untuk “mengobati” kelemahan itu, atau juga untuk mengobati problem yang begitu banyak muncul di organisasi/perusahaan kita. Pendekatan problem-based atau weakness-based ini begitu merasuk dalam wacana manajemen selama ini. Begitulah kita lalu mengenai ilmu problem solving skills, atau competency gap analysis, atau juga beragam metode untuk menganalisa akar masalah (root cause problem analysis). Semua metode ini berangkat dari premis yang tadi itu : bahwa ada “kekurangan”, “penyakit” atau “problem” dalam diri kita atau organisasi kita, dan kita harus mengobatinya.
Pendekatan yang beorientasi pada problem dan weakness-based itu dengan mudah juga akan membawa kultur pesimisme dan mendiscourage semangat kita atau anggota tim. Kita atau anggota tim pesimis sebab seolah-olah kita memiliki begitu banyak kelemahan, dan organisasi kita penuh dengan problem/masalah. Dalam situasi ini, kita dengan mudah kehilangan inspirasi dan motivasi. Itulah kenapa kini muncul pendekatan yang secara radikal berbeda dengan pendekatan diatas. Pendekatan baru ini acap disebut sebagai strenghts-based orientation. Prinsip dasar dari pendekatan ini adalah : kita akan berhasil menuju ke arah yang lebih baik, jika inisiatif perubahan itu bertumpu pada kekuatan yang telah kita miliki saat ini. Kuncinya adalah ini : focus on your positive strenghts.(klik link dibawah ini untuk mendapatkan info menarik lainnya)

No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...