Tuesday, October 20, 2015

SISTEM RANGKA DAN KELAINAN

SISTEM RANGKA DAN KELAINAN

SISTEM RANGKA
Kerangka menyusun sekitar seperlima berat tubuh orang sehat. Kerangka dalam yang lentur ini menyangga seluruh tubuh dan jaringan, yang akan jatuh jika tidak disangga kerangka. Kerangka juga melindungi beberapa organ tertentu, seperti otak yang ringkih di dalam tengkorak selain itu, tulang merupakan tempat penyimpanan mineral penting, khususnya kalsium, dan pembuat sel darah baru.
Kerangka rata – rata memilki 206 tulang. Ada beberapa perbedaan normal pada kerangka : sekitar satu dari 20 orang memilki tulang rusuk tambahan. Jumlah tulang kecil yang menyatu dalam tengkorak berbeda – beda. Tulang merupakan jaringan aktif,dan walau hanya mengandung 22 persen air, tulang sangat kuat juga ringan dan lentur. Struktur serupa yang dibuat dengan bahan dan teknologi terkini tidak akan mampu menyamai sifat kerangka dari berat, kekuatan, dan kelenturannya. Selain itu, kerangka memilki keunggulan dapat memperbaiki diri sendiri jika rusak. Kerangka juga mampu
menyesuaikan bentuk tulangnya menjadi lebih tebal dan kuat di daerah dengan beban tambahan, seperti terlihat pada orang – orang dengan aktivitas mengendarai kuda dan angkat berat. Kerangka dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kerangka aksial dan apendikular. Kerangka aksial terdiri atas tengkorak, tulang belakang (spinal), tulang rusuk, dan tulang dada. Kerangka aoendikular terdiri atas tulang bahu, lengan, pergelangan, dan tangan serta panggul, tungkai kaki, tumit, dan telapak kaki. Dari 206 tulang, 80 tulang di kerangka aksial, 64 tulang di kerangka apendikular atas dan 62 tulang di kerangka apendikular bawah.


STRUKTUR DARI SEBUAH TULANG
Jaringan tulang terbentuk dari sel khusus dan serat protein, terutama kolagen, terajut dengan air, kristal mineral dan garam, karbohidrat, dan zat lain. Di sepanjang garis tengah tulang punggung (seperti femur, tibia, atau humerus) terdapat kanal medulari atau rongga sumsum. Rongga ini berisi sumsum tulang merah, yang menghasilkan sel darah; sumsum kuning, yang sebagian besar berupa jaringan lemak; dan banyak pembuluh darah. Lapisan tulang spons mengelilingi rongga sumsum, dengan rongga menyerupai sarang lebah di lapisan tersebut yang juga mengandung sumsum. Lapisan spons dikelilingi lapisan tulang padat yang menyerupai cangkang keras, padat, dan kuat. Kanal-kanal kecil menghubungkan rongga sumsum dengan periosteum – membran yang menyelubungi permukaan tulang. Jaringan tulang bersifat keras dan kaku sehingga jaringan ini cocok untuk melindungi struktur yang lemah dan organ vital. Matriksnya tersusun atas matriks organik (terdiri ats serabut kolagen) dan metriks anorganik (terdiri atas endapan garam-garam mineral terutama kalsium,yaitu hidrokiapatit). Makin bertambah usia manusia kadar perekat kolagen semakin rendah sedangkan zat kapurnya semakin meningkat. Proses ini disebut kalsifikasi atau pengapuran.
Jaringan tulang keras tersusun atas sel-sel tulang (terdiri atas osteoblas,osteosit dan osteoklas) dan substansial intraseluler (matriks)

1. Osteoblas, merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit. yang mengapur tulang di saat proses pembentukan
2. Osteosit, merupakan sel-sel tulang dewasa yang menjaga struktur tulang agar tetap sehat.
3. Osteoprogenator, merupakan sel khusus, yang memiliki potensi mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas.
4. Osteoklas, merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat di sekitar permukaan tulang yang menyerap jaringan tulang yang berdegenerasi atau tidak dibutuhkan.
Struktur tulang
1.) Periosteum
Pada lapisan pertama bernama periosteum. Periosteum merupakan selaput luar tulang yang tipis. Periosteum merupakan tempat melekatnya otot-otot rangka (skelet) ke tulang dan berperan dalam memberikan nutrisi, pertumbuhan dan reparasi tulang rusak.
2.) Tulang Kompak (Compact Bone)
Pada lapisan kedua bernama tulang kompak. Tulang ini teksturnya halus dan sangat kuat. Tulang kompak memiliki sedikit rongga dan lebih banyak mengandung kapur (Calsium Phosfat dan Calsium Carbonat) sehingga tulang menjadi padat dan kuat.
3.) Tulang Spongiosa (Spongy Bone)
Pada lapisan ketiga ada yang disebut dengan tulang spongiosa. Tulang spongiosa memiliki banyak rongga. Rongga tersebut diisi oleh sumsum merah yang dapat memproduksi sel-sel darah. Tulang spongiosa terdiri dari kisi-kisi tipis tulang yang disebut trabekula.
4.) Sumsum Tulang (Bone Marrow)
Lapisan terakhir yang kita temukan dan yang paling dalam adalah sumsum tulang. Sumsum tulang wujudnya seperti jelly yang kental. Sumsum tulang ini dilindungi oleh tulang spongiosa seperti yang telah dijelaskan dibagian tulang spongiosa. Sumsum tulang berperan penting dalam tubuh kita karena berfungsi memproduksi sel-sel darah yang ada dalam tubuh.
Macam-macam tulang
1.) Berdasarkan bentuknya:
a.) Tulang Pipa atau Tulang Panjang (Long Bone)
Sesuai dengan namanya tulang pipa memiliki bentuk seperti pipa atau tabung dan biasanya berongga. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu: bagian tengah disebut diafisis, kedua ujung disebut epifisis dan diantara epifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Beberapa contoh tulang pipa adalah pada tulang tangan
diantaranya tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius) serta tulang kaki diantaranya tulang paha (femur), dan tulang kering (tibia).
b.) TulangPipih(FlatBone)
Bentuk tulang yang kedua yaitu tulang pipih. Tulang pipih tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons, didalamnya terdapat sumsum tulang. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih ini sering berfungsi sebagai pelindung atau memperkuat. Contohnya adalah tulang rusuk (costa), tulang belikat (scapula), tulang dada (sternum), dan tulang tengkorak.
c.) TulangPendek (Short Bone)
Dinamakan tulang pendek karena ukurannya yang pendek dan berbentuk kubus umumnya dapat kita temukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang.
d.) Tulang Tak Berbentuk (Irreguler Bone)
Tulang tak berbentuk memiliki bentuk yang tak termasuk ke dalam tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek. Tulang ini terdapat di bagian wajah dan tulang belakang.


PERTUMBUHAN TULANG
Pada masa pertumbuhan dalam rahim dan pada saat bayi, sebagian besar tulang berkembang dari tulang rawan. Tulang rawan melalui proses osifikasi yaitu berubahnya jaringan tulang rawan menjadi jaringan tulang dengan adanya penumpukan garam mineral dan kristal, terutama fosfat dan kalsium karbonat. Pertambahan tinggi anak sebagian besar dihasilkan oleh perpanjangan tulang panjang. Pada setiap ujung tulang panjang terdapat sebuah daerah yang di sebut cakram pertumbuhan, tempat terjadinya perpanjangan dan osifikasi. Sel tulang rawan memperbanyak diri di sini dan membentuk pilar menuju batang tulang. Saat sel tulang rawan membesar dan mati, ruang tempat sel ini diisi oleh sel tulang baru. Dengan demikian cakram pertumbuhan bergerak bersama batang tulang yang memanjang, tetap berada diantar batang dan kepala tulang.

TULANG RAWAN
Tulang rawan (kartilago) adalah sejenis jaringan ikat yang kuat dan mudah menyesuaikan diri. Tulang rawan terdiri atas matriks mirip agar – agar yang berisi banyak zat kimia, seperti protein dan karbohidrat. Dalam matriks ini, terletak berbagai jenis serat, dan sel yang disebut kondrosit yang membentuk dan menjaga seluruh jaringan. Kondrosit menenpati rongga atau ruang kecil, yang disebut lakuna. Tulang rawan biasanya tidak memiliki pembuluh darah zat gizi dan oksigen masuk dengan cara difusi, dan zat sisa dibuang dengan cara yang sama tapi pada arah sebaliknya. Terdapat beberapa jenis tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis, yang dibedakan sesuai perbandingan matriks agar – agar, kondrosit, dan serat yang ada. Tulang rawan elastis paling lentur karena memiliki kadar serat elastin yang tinggi dan matriks yang relatif sedikit. Tulang rawan elastik memberikan sifat ringan dan lenturmya pada bagian – bagian seperti daun telinga luar, epiglotis, dan laring. Pada saat masih embrio, rangka manusia dan hewan vertebrata sebagian besar berupa tulang rawan (kartilago). Dalam perkembangannya, tulang rawan tersebut akan berubah menjadi tulang (tulang keras). Tulang rawan mengandung banyak zat perekat berupa protein dan mengandung sedikit zat kapur sehingga
bersifat lentur. Ada 3 jenis tulang rawan, yaitu:
(1.) Tulang rawan hialin; merupakan tulang rawa yang tersusun dari bahan yang seragam. Tulang rawan hialin terdapat pada dinding trakea, ujung tulang tungkai dan lengan anggota badan, sendi tulang, dan antara tulang rusuk dan tulang dada.
(2.) Tulang rawan elastis; bersifat lentur dan terdapat di hidung dan daun telinga.
(3.) Tulang rawan serabut; bersifat kuat, tetapi kurang lentur dibandingkan bentuk tulang rawan lainnya, terdapat pada antar ruas tulang belakang.

SENDI
Tempat dua tulang berhubungan disebut sendi atau artikulasi. Sendi dapat dibedakan berdasarkan struktur dan jenis gerakan yang dihasilkannya. Tubuh memilki lebih dari 300 jenis sendi.

SENDI SINOVIAL
Sendi tubuh yang paling, serbaguna, dan mampu bergerak dengan bebas disebut sendi sinovial. Sendi ini dapat bekerja dengan baik selama puluhan tahun jika sering digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Sendi sinovial dibungkus oleh penutup pelindung luar – kapsul sendi. Lapisan dalam kapsul sendi. Lapisan dalam kapsul, yaitu membran sinovial, menghasilkan cairan sinovial yang licinmenyerupai oli dan melumasi sendi sehingga permukaan sendi hanya sedikit bergesekan atau rusak. Terdapat sekitar 230 sendi sinovial di seluruh tubuh.
DI DALAM SENDI
Ujung tulang di persendian sinovial dilapisi dan dilindungi oleh tulang rawan artikula, yang halus dan dapat sedikit ditekan. Di sekeliling sendi terdapat kapsul sendi yang terbuat dari jaringan ikat kuat dan menempel pada ujung tulang. Lapisan bagian dalamnya yang halus, membran sinovial, terus menerus menghasilkan cairan sinovial ke dalam rongga sinovial agar sendi selalu terlumasi dengan baik. Cairan ini juga menyediakan makanan bagi tulang rawan berupa lemak dan protein, yang diserap kembali secara teratur. Penebalan serat kapsul, disebut ligamen menempel pada setiap ujung tulang. Ligamen menjaga agar tulang tidak bergerak terlalu jauh atau ke arah yang tidak wajar. Otot di sekitar sendi yang terhubung ke tulang dengan tendon, menegang untuk kestabilan dan berkontraksi untuk menghasilkan gerakan.

Tulang rawan sebagai peredam kejut
Ujung tulang rawan artikular yang menyelimuti tulang di sendi sinovial di sebut juga tulang rawan hialin. Jika benturan atau getaran tiba – tiba sampai ke sendi, tulang rawan ini bekerja sebagai peredam kejut untuk mengurangi gaya yang diterima sehingga mencegah rusaknya tulang yang lebih kaku. Di sendi tertentu tulang rawan ini memiliki serat lebih kuat. Misalnya bantal tulang rawan fibrosa, yang berada diantara ruas – ruas tulang belakang. Tulang rawan fibrosa juga terdapat dalam rahang dan sendi pergelangan tangan dan meniskus lutut.

Rangka Aksial
1. Tengkorak
Secara keseluruhan, 29 tulang ditemukan di kepala manusia 22 tulang membentuk tengkorak, 21 tulang diantaranya tidak termasuk rahang bawah atau mandibula, menyatu menjadi sebuah struktur tunggal dan padat. Tulang yang lain adalah tulang hioid di bagian atas leher depan dan tiga pasang tulang telinga kecil disebut osikel setiap pasang terdapat di dalam setiap telinga bagian tengah. Dua kelompok tulang membentuk tengkorak. Susunan delapan tulang atas membentuk kranium menyerupai kubah (tengkorak kranial atau rongga kranial), yang menyelubungi dan melindungi otak. Ke 14 tulang yang lain membentuk kerangka wajah. Ke 21 dan 22 tulang menyatu saat pertumbuhan di garis sendi memudar, disebut sutera. Rahang bawah atau mandibula, tetap tidak menyatu dan terhubung dengan tengkorak di sendi tempromandibula.
2. Hioid
Tulang hioid berbentuk huruf U, terletak di dasar lidah  tepat di atas laring dan. Tulang ini merupakan salah satu tulang dalam tubuh yang tidak berhubungan dengan tulang lain.
3. Tulang belakang
Tulang belakang terdiri atas 33 tulang mirip cincin, disebut ruas tulang belakang (vertebra). Kesembilan ruas bawah menyatu menjadi dua tulang yaitu tulang sakrum dan tulang ekor sedang ke 26 tulang lainnya bergerak di antara tulang belakang. Ligamen kuat serta susunan otot di sekeliling tulang belakang menjaga kestabilan ruas tulang belakang dan membantu mengendalikan gerakan.  Tulang belakang  juga melindungi sumsum tulang belakang dan memberikan tempat keluar bagi akar saraf di sela – sela ruas tulang belakang
4. Tulang dada dan rusuk
Umumnya orang memilki 12 pasang tulang rusuk, tapi sekitar 1 dari 20 orang dilahirkan dengan tambahan satu pasang atau lebih. Semua tulang rusuk melekat pada tulang belakang. Tujuh pasang “rusuk sejati” di bagian atas terhubung langsung dengan tulang dada (sternum) melalui perpanjangan tulang rawan (tulang rawan kosta). Dua atau tiga pasang “rusuk palsu” terhubung dengan tulang rawan milik tulang rusuk di atasnya. Sisanya “rusuk melayang” tidak terhubung dengan sternum.


Tulang dada dan tulang rusuk


b. Rangka Apendikuler
Terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki.
1. Fungsi Tulang
a. Memberi bentuk tubuh
b. Melindungi alat tubuh yang vital
c. Menahan dan menegakkan tubuh
d. Tempat perlekatan otot
e. Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan fosfor
f. Tempat pembentukan sel darah
g. Tempat menyimpan energi, yaitu berupa lemak yang tersimpan di sumsum kuning tulang.


Hubungan Antartulang
a. Sinartrosis
·         Adalah hubungan antartulang yang tidak memiliki celah sendi.
·         Dihubungkan dengan erat oleh jaringan ikat.
·         Ada dua tipe sinartrosis, yaitu suture dan sinkondrosis.
·         Contohnya, hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
b. Amfiartrosis
·         Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan.
·         Dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis.
·         Simfisis, contohnya pada sendi antartulang belakang dan pada tulang kemaluan.
·         Sindesmosis contohnya, sendi antartulang betis dan tulang kering.
C. Diartrosis
Ciri-ciri diartrosis:
·         Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous.
·         Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membran jaringan ikat.
·         Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada yang tidak.
·         Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut.



Otot
Otot adalah ikatan jaringan berserat yang menggerakkan tubuh, penjaga postur, serta memfungsikan organ-organ dalam, seperti jantung, ginjal, dan kandung-kemih. Otot merupakan alat gerak aktif karena kemampuan berkontraksi . otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan , sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat.
Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun satu otot.
Berdasarkan bentuk morfologi, sistem kerja dan lokasinya dalam tubuh, otot dibedakan menjadi tiga, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung.
1.) Otot lurik (Otot Rangka) Otot lurik disebut juga otot rangka atau otot serat lintang. Otot ini bekerja di bawah kesadaran. Pada otot lurik, fibril-fibrilnya mempunvai jalur jalur melintang gelap (anisotrop) dan terang (isotrop) yang tersusun berselang-selang. Sel-selnya berbentuk silindris dan mempunvai banvak
inti. Otot rangka dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkali - kali. Otot rangka ini memiliki kumpulan serabut yang dibungkus oleh fasia super fasialis. Gabungan otot berbentuk kumparan dan terdiri dari bagian:
a.) ventrikel (empal), merupakan bagian tengah yang menggembung;
b.) urat otot (tendon), merupakan kedua ujung yang mengecil. Urat otot (tendon) tersusun dari jaringan ikat dan bersifat keras serta liat. Berdasarkan cara melekatnya pada tulang, tendon dibedakan sebagai berikut ini:
(1.) origo merupakan tendon yang melekat pada tulang yang tidak berubah kedudukannya ketika otot berkontraksi;
(2.) insersio merupakan tendon yang melekat pada tulang yang bergerak ketika otot berkontraksi.
Otot yang dilatih terus menerus akan membesar atau mengalami hipertrofi, Sebaliknya jika otot tidak digunakan (tidak ada aktivitas) akan menjadi kisut atau mengalami atrofi.


Kelainan dan Gangguan pada Tulang
a. Kekurangan Vitamin D
·           Vitamin D (kalsiferol) adalah vitamin yang diperlukan untuk kalsifikasi (penulangan) pada tulang.
·         Kekurangan vitamin D pada anak - anak menyebabkan rakitis, biasanya terlihat kaki berbentuk O atau X.
b. Patah tulang belakang
       Sebagian besar luka berat pada tulang belakang terjadi karena gaya yang sangat kuat pada penekanan, perputaran atau penekukan yang melebihi jangkauan gerak normal tulang belakang.
c. Skiatika
       Tekanan pada akar saraf skiatikum menyebabkan rasa nyeri di daerah pantat dan belakang paha.
d. Whiplash
       Membengkoknya tulang belakang secara tiba – tiba dapat menyebabkan kerusakan ruas tulang leher.
e. Prolaps cakram
       Prolaps (atau disebut juga hernia atau tergelincir) cakram merupakan penonjolan dari salah satu bantalan peredam kejut di antara ruas tulang belakang.
f. Lengkungan tulang belakang
       Kifosis dan Lordosis merupakan melengkungnya bagian atas dan bawah tulang belakang secara berlebihan.
g. Osteomielitis
       Infeksi tulang, biasanya oleh bakteri, dapat menimbulkan tulang yang nyeri, lemah, dan jaringan tulang yang rusak.
h. Osteoporosis
       Lebih sering ditemukan di usia tua, osteoporosis adalah hilang atau menipisnya jaringan tulang yang menyebabkan tulang melemah, rapuh dan mudah patah.
i. Osteomalasia
       Hilangnya kalsium dan fosfor, sering akibat kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang yang melemah.
j.  Penyakit paget
       Keseimbangan yang tidak normal di antara pembentukan dan perusakan tulang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang
k.  Kanker tulang
       Kanker tulang dapat berupa primer, yaitu terjadi di tulang itu sendiri; lebih sering berupa sekunder, disebarkan dari bagian tubuh lain.
l.  Gangguan Persendian
1. Dislokasi
    Pergeseran ujung tulang jauh dari posisi normal dalam sendi
2. Artritis
Istilah yang digunakan untuk menjelaskan beberapa kelainan berbeda yang merusak persendian, menyebabkan nyeri, bengkak, dan terbatasnya gerakan.
a. Artritis gout
Dalam gout terjadi pembentukan kristal asam urat di dalam sendi, menimbulkan artritis yang sangat nyeri, ini dapat menyerang sendi mana saja tapi terutama di ibu jari kaki.
b. Osteoartritis
Dalam osteoarttritis, tulang rawan pelindung ujung tulang (tulang rawan artikularis) di dalam sendi mulai berdegenerasi, menyebabkan rasa nyeri dan bengkak.




No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

Powered By Blogger

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...