Saturday, October 10, 2015

STRUKTUR KERANGKA MANUSIA

KERANGKA MANUSIA

Kerangka menyusun sekitar seperlima berat tubuh orang sehat. Kerangka dalam yang lentur ini menyangga seluruh tubuh dan jaringan, yang akan jatuh jika tidak disangga kerangka. Kerangka juga melindungi beberapa organ tertentu, seperti otak yang ringkih di dalam tengkorak selain itu, tulang merupakan tempat penyimpanan mineral penting, khususnya kalsium, dan pembuat sel darah baru.
Kerangka rata – rata memilki 206 tulang. Ada beberapa perbedaan normal pada kerangka : sekitar satu dari 20 orang memilki tulang rusuk tambahan. Jumlah tulang kecil yang menyatu dalam tengkorak berbeda – beda. Tulang merupakan jaringan aktif,dan walau hanya mengandung 22 persen air, tulang sangat kuat juga ringan dan lentur. Struktur serupa yang dibuat dengan bahan dan teknologi terkini tidak akan mampu menyamai sifat kerangka dari berat, kekuatan, dan kelenturannya. Selain itu, kerangka
memilki keunggulan dapat memperbaiki diri sendiri jika rusak. Kerangka juga mampu menyesuaikan bentuk tulangnya menjadi lebih tebal dan kuat di daerah dengan beban tambahan, seperti terlihat pada orang – orang dengan aktivitas mengendarai kuda dan angkat berat. Kerangka dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kerangka aksial dan apendikular. Kerangka aksial terdiri atas tengkorak, tulang belakang (spinal), tulang rusuk, dan tulang dada. Kerangka aoendikular terdiri atas tulang bahu, lengan, pergelangan, dan tangan serta panggul, tungkai kaki, tumit, dan telapak kaki. Dari 206 tulang, 80 tulang di kerangka aksial, 64 tulang di kerangka apendikular atas dan 62 tulang di kerangka apendikular bawah.


STRUKTUR TULANG
Tulang adalah sejenis jaringan ikat yang sekuat baja, tapi seringan aluminium. Tulang terbuat dari sel khusus dan serat protein. Dapat bergerak dan tidak mati, tulang terus menerus rusak dan memperbaiki dirinya sendiri. Setiap tulang mengatur ukuran dan bentuknya di saat tumbuh, setelah terjadi luka dan sebagai reaksi terhadap tekanan.


STRUKTUR DARI SEBUAH TULANG
Di sepanjang garis tengah tulang punggung (seperti femur, tibia, atau humerus) terdapat kanal medulari atau rongga sumsum. Rongga ini berisi sumsum tulang merah, yang menghasilkan sel darah; sumsum kuning, yang sebagian besar berupa jaringan lemak; dan banyak pembuluh darah. Lapisan tulang spons mengelilingi rongga sumsum, dengan rongga menyerupai sarang lebah di lapisan tersebut yang juga mengandung sumsum. Lapisan spons dikelilingi lapisan tulang padat yang menyerupai cangkang keras, padat, dan kuat. Kanal-kanal kecil menghubungkan rongga sumsum dengan periosteum – membran yang menyelubungi permukaan tulang. Jaringan tulang terbentuk dari sel khusus dan serat protein, terutama kolagen, terajut dengan air, kristal mineral dan garam, karbohidrat, dan zat lain. Sel tulang termasuk di dalamnya osteoblas, yang mengapur tulang di saat proses pembentukan; osteosit, yang menjaga struktur tulang agar tetap sehat; osteoklas, yang menyerap jaringan tulang yang berdegenerasi atau tidak dibutuhkan.


PERTUMBUHAN TULANG
Pada masa pertumbuhan dalam rahim dan pada saat bayi, sebagian besar tulang berkembang dari tulang rawan. Tulang rawan melalui proses osifikasi yaitu berubahnya jaringan tulang rawan menjadi jaringan tulang dengan adanya penumpukan garam mineral dan kristal, terutama fosfat dan kalsium karbonat. Pertambahan tinggi anak sebagian besar dihasilkan oleh perpanjangan tulang panjang. Pada setiap ujung tulang panjang terdapat sebuah daerah yang di sebut cakram pertumbuhan, tempat terjadinya perpanjangan dan osifikasi. Sel tulang rawan memperbanyak diri di sini dan membentuk pilar menuju batang tulang. Saat sel tulang rawan membesar dan mati, ruang tempat sel ini diisi oleh sel tulang baru. Dengan demikian cakram pertumbuhan bergerak bersama batang tulang yang memanjang, tetap berada diantar batang dan kepala tulang.


TULANG RAWAN
Tulang rawan (kartilago) adalah sejenis jaringan ikat yang kuat dan mudah menyesuaikan diri. Tulang rawan terdiri atas matriks mirip agar – agar yang berisi banyak zat kimia, seperti protein dan karbohidrat. Dalam matriks ini, terletak berbagai jenis serat, dan sel yang disebut kondrosit yang membentuk dan menjaga seluruh jaringan. Kondrosit menenpati rongga atau ruang kecil, yang disebut lakuna. Tulang rawan biasanya tidak memiliki pembuluh darah zat gizi dan oksigen masuk dengan cara difusi, dan zat sisa dibuang dengan cara yang sama tapi pada arah sebaliknya. Terdapat beberapa jenis tulang rawan, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan fibrosa, dan tulang rawan elastis, yang dibedakan sesuai perbandingan matriks agar – agar, kondrosit, dan serat yang ada. Tulang rawan elastis paling lentur karena memiliki kadar serat elastin yang tinggi dan matriks yang relatif sedikit. Tulang rawan elastik memberikan sifat ringan dan lenturmya pada bagian – bagian seperti daun telinga luar, epiglotis, dan laring.


SENDI
Tempat dua tulang berhubungan disebut sendi atau artikulasi. Sendi dapat dibedakan berdasarkan struktur dan jenis gerakan yang dihasilkannya. Tubuh memilki lebih dari 300 jenis sendi.


SENDI SINOVIAL
Sendi tubuh yang paling, serbaguna, dan mampu bergerak dengan bebas disebut sendi sinovial. Sendi ini dapat bekerja dengan baik selama puluhan tahun jika sering digunakan dengan baik dan tidak berlebihan. Sendi sinovial dibungkus oleh penutup pelindung luar – kapsul sendi. Lapisan dalam kapsul sendi. Lapisan dalam kapsul, yaitu membran sinovial, menghasilkan cairan sinovial yang licinmenyerupai oli dan melumasi sendi sehingga permukaan sendi hanya sedikit bergesekan atau rusak. Terdapat sekitar 230 sendi sinovial di seluruh tubuh.


DI DALAM SENDI
Ujung tulang di persendian sinovial dilapisi dan dilindungi oleh tulang rawan artikula, yang halus dan dapat sedikit ditekan. Di sekeliling sendi terdapat kapsul sendi yang terbuat dari jaringan ikat kuat dan menempel pada ujung tulang. Lapisan bagian dalamnya yang halus, membran sinovial, terus menerus menghasilkan cairan sinovial ke dalam rongga sinovial agar sendi selalu terlumasi dengan baik. Cairan ini juga menyediakan makanan bagi tulang rawan berupa lemak dan protein, yang diserap kembali secara teratur. Penebalan serat kapsul, disebut ligamen menempel pada setiap ujung tulang. Ligamen menjaga agar tulang tidak bergerak terlalu jauh atau ke arah yang tidak wajar. Otot di sekitar sendi yang terhubung ke tulang dengan tendon, menegang untuk kestabilan dan berkontraksi untuk menghasilkan gerakan.


Tulang rawan sebagai peredam kejut
Ujung tulang rawan artikular yang menyelimuti tulang di sendi sinovial di sebut juga tulang rawan hialin. Jika benturan atau getaran tiba – tiba sampai ke sendi, tulang rawan ini bekerja sebagai peredam kejut untuk mengurangi gaya yang diterima sehingga mencegah rusaknya tulang yang lebih kaku. Di sendi tertentu tulang rawan ini memiliki serat lebih kuat. Misalnya bantal tulang rawan fibrosa, yang berada diantara ruas – ruas tulang belakang. Tulang rawan fibrosa juga terdapat dalam rahang dan sendi pergelangan tangan dan meniskus lutut.


Tengkorak
Secara keseluruhan, 29 tulang ditemukan di kepala manusia 22 tulang membentuk tengkorak, 21 tulang diantaranya tidak termasuk rahang bawah atau mandibula, menyatu menjadi sebuah struktur tunggal dan padat. Tulang yang lain adalah tulang hioid di bagian atas leher depan dan tiga pasang tulang telinga kecil disebut osikel setiap pasang terdapat di dalam setiap telinga bagian tengah.
Tengkorak

Dua kelompok tulang membentuk tengkorak. Susunan delapan tulang atas membentuk kranium menyerupai kubah (tengkorak kranial atau rongga kranial), yang menyelubungi dan melindungi otak  

No comments:

Post a Comment

pertanian tugas

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...